Taringnya Belum Tajam

KARAWANG-Tim sepak bola kebanggaan masyaraka Kota Pangkal Perjuangan, Pelita Jaya belum mampu menunjukan taring terbaiknya dalam kompetisi Liga Super Indonesia (LSI) musim ini. Dalam lanjutan LSI, Rabu (5/1), Young Guns –sebutan Pelita Jaya-, belum mampu meraih poin maksimal untuk mendongkrak rangking dari papan bawah LSI musim.

Pelita, harus puas berbagi poin saat menjamu Persela Lamongan dengan skor 2-2 di Stadion Singaperbangsa. Dengan tambahan satu poin, Pelita Jaya tetap menempati peringkat 16 dengan koleksi 6 poin dari sembilan laga.
Bertanding di kandang sendiri, seharusnya dukungan dari pemain ke 12 (suporter fanatik Pelita Jaya, red), yang sudah dipastikan memadati Stadion Singaperbangsa wajib dimanfaatkan. Namun, permainan Jajang Mulyana cs dimulai dengan hati-hati. Bahkan hingga memasuki menit ke-15 pertandingan, peluang tak kunjung tercipta.
Justru Persela yang mampu memanfaatkan peluang pertama menjadi gol. Pada menit 15, tandukan Ridwan Barkaoui yang juga mantan striker Pelita Jaya saat LSI musim lalu, berhasil memanfaatkan umpan silang Jimmy Suparno sehingga menggetarkan gawang Pelita yang dikawal I Made Wardana. Persela sementara unggul 1-0.
Tertinggal, Pelita langsung terlecut untuk membalas. Serangan demi serangan dilancarkan tim besutan Misha Ladovic, pelatih asal Yugoslavia. Beberapa kali striker andalan tuan rumah, Jajang Mulyana, berhasil menebar ancaman di jantung pertahanan Laskar Joko Tingkir.
Peluang terbaik Jajang diperoleh pada menit 25. Berawal dari aksi mencuri bola yang dilakukan gelandang Egi Melgiansyah, striker jangkung Pelita itu, tinggal berhadapan dengan kiper Persela. Sayang bola masih bisa dapat diblok dengan baik oleh kiper I Komang Putra.
Namun yang ditunggu-tunggu pendukung tuan rumah akhirnya terwujud. Berawal dari tendangan Egi Melgiansyah di menit 41, Pelita mendapat peluang lewat sepak pojok. Bola hasil sepak pojok berhasil disambut tandukan Juan Ramirez yang diteruskan dengan tandukan Walter Brizuela di depan gawang Persela. 
Bola meluncur ke gawang Persela sekaligus merubah kedudukan menjadi sama kuat 1-1. Skor 1-1 ini bertahan hingga turun minum. Memasuki babak kedua, Persela kembali mampu mengejutkan pertahahan Pelita. Pada menit 53, memanfaatkan umpan terobosan dari lini tengah, Hendro Siswanto berhasil menjebol gawang Pelita sekaligus kembali unggul 1-2.
Beruntung Pelita berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 lewat aksi pemain pengganti Dramane Coulibaly pada menit 65. Pemain asal Mali ini berhasil melakukan tusukan sebelum akhirnya melepaskan tembakan mendatar yang terarah. Bola gagal melewati Charis Yulianto sebelum akhirnya menjebol gawang I Komang Putra.
Pelita terus mendominasi pertandingan untuk membalikan keunggulan. Namun permainan rapi Persela cukup efektif meredam agresivitas Pelita. Bahkan beberapa kali serangan balik Persela sempat mengancam gawang Pelita. Skor sama kuat ini akhirnya bertahan hingga pertandingan usai.
Usai pertandingan, Pelatih Pelita Jaya Misha Radovic yang didampingi Manejer Tim Lula Mara menjelaskan, laga itu berlangsung dengan menarik dan hasilnya fair play bagi kedua tim. 
Misha mengakui Persela merupakan tim yang bagus yang tidak mudah ditaklukan. Dia juga mengatakan kondisi lapangan yang becek menjadikan permainan anak asuhnya tidak berkembang. "Lapangan becek menjadikan permainan tidak bisa berkembang. Andai pemain se kelas Barcelona juga main di sini (Stadion Singaperbangsa, red) mungkin tidak sanggup," cetusnya kepada Pasundan Ekspres.(kus)

Suber : www.pasundanekspres.co.id
Taringnya Belum Tajam Taringnya Belum Tajam Reviewed by Engkos Koswara on 6:40:00 AM Rating: 5

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.